Skip to content

Poker di Facebook Haram ?

November 21, 2009

Facebookinfo – Texas Holdem Poker yang dikembangkan oleh Developer aplikasi Zynga merupakan salah satu aplikasi di Facebook yang sangat diminati oleh facebooker indonesia.Kita bisa saksikan demam poker ini diwarnet-warnet,di warung kopi,dikost,dan hot spot area lainnya.Banyak diantara Poker mania yang menjadikan aplikasi ini sebagai sumber pengasilan sampingan bahkan utama.Saat ini telah banyak website yang melayani penjualan dan pembelian chip poker seperti :

Berikut beberapa referensi harga chip poker saat ini

pembelian 1 – 100M Rp. 10.000,- / M
pembelian 100 – 500M Rp. 8.500,- / M
pembelian 500M ke atas Rp. 8.000,- / M
membeli 50m = Rp.450.000
membeli 100m = 800.0000
membeli 1B Rp.8.000.000

Melihat fenomena perjudian online ini MUI pun tidak tinggal diam dan sangat mengecam keras permainan ini,Silahkan klik disini untuk baca artikel sebelumnya tentang pendapat MUI kota tanggerang tentang permainan Poker ini. Lalu pertanyaanpun bermuncunlan dari para Facebooker: “Kalau jual beli sih udah nggak ragu lagi kalau itu adalah Haram,tapi kita kan main Poker cuma sekedar iseng dan tidak memperjualbelikan Chip gimana hukumnya? “

Adapun yang tidak pakai uang ternyata diharamkan pula menurut situs islamqa.com, situs ini berisi tanya jawab tentang Islam. Alasannya, karena termasuk jenis permainan kartu, yang digolongkan sebagai dadu (an-nardu atau an-nardasyir). Permainan dadu itu baik pakai uang maupun tidak tetap dinyatakan haram. Karena dalam hadits:

روى مسلم (2260) عن بُرَيْدَةَ بن الحُصَيب رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدَشِيرِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ ).

وعند أبي داود (

4938) وابن ماجه (3762) عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ ) وحسنه الألباني في صحيح أبي داود.

Muslim meriwayatkan (nomor 2260) dari Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa bermain dadu maka dia seperti mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya.”
Dan bagi Abu Dawud (nomor 4938) dan Ibnu Majah (3762) dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa main dengan dadu maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Hadits dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud).

Al-Lajnah ad-Daimah (Komisi Tetap Dewan Fatwa Saudi) yang terdiri dari para ulama besar di Saudi Arabia telah berfatwa (15/ 231) dengan pengharaman permainan kartu walaupun tanpa pakai uang. Dan Syaikh Shalih bin ‘Utsaimin berfatwa seperti itu pula (haram). sumber: nahimunkar.com

Berikut kutipan Fatwa tentang Poker dari situs islamqa.com

Fatwa No: 120806

Ruling on playing poker when it is not for money
Is it permissible to play poker on the internet?

Please note that it is just playing for points and not for real money.

Praise be to Allaah.

Poker is a common card game.

It says in al-Mawsoo’ah al-‘Arabiyyah al-‘Aalamiyyah: A card game is a game of chance or skill. It uses rectangular pieces of cardboard, on each of which are shapes and numbers. It is possible to play hundreds of games using playing cards. Different numbers of people may take part in card games. The game of patience may be played by just one person; casino is played by two; pinochle or whist are played by four. Canasta needs between two and six players. In the case of poker, it may be played by as many as ten persons. There are other games that are also preferred by players, such as rummy, poker, black jack, five hundred, pick it, and so on. Each game has its own system and rules. End quote.

If this game is played for money, then it is gambling which is haraam, because it is not permissible to offer money except in contests that were mentioned by the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) when he said: “There should be no (money) prizes except for contests in archery, camel-racing or horse -racing.” Narrated by al-Tirmidhi (1700), al-Nasaa’i (3585), Abu Dawood (2574) and Ibn Majaah (2878). Classed as saheeh by al-Albaani in Saheeh Abi Dawood.

Some scholars added to that anything that may help in jihad, whether tangibly or intangibly, such as competitions in memorizing the Holy Qur’aan or Sunnah of the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him), and competitions in planes, ships, boats and so on. As for playing cards, that does not come under this heading.

If it is not played for money, it is still haraam according to a number of scholars, because it is akin to dice in its dependence on conjecture and guesswork, and playing with dice is haraam, because of the report narrated by Muslim (2260) from Buryadah ibn al-Husayn (may Allaah be pleased with him), according to which the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “Whoever plays with dice, it is as if he were dipping his hand in the flesh and blood of a pig.”

Abu Dawood (4938) and Ibn Majaah (3762) narrated from Abu Moosa al-Ash’ari (may Allaah be pleased with him) that the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “Whoever plays with dice has disobeyed Allaah and His Messenger.”

Classed as hasan by al-Albaani in Saheeh Abi Dawood.

Al-Nawawi (may Allaah have mercy on him) said in Sharh Muslim: The scholars said: Nardasheer means nard (dice). Nard is a Persian word that has been Arabized. Sheer means sweet. This hadeeth was quoted as evidence by al-Shaafa’i and a number of scholars as evidence that playing with dice is haraam. What is meant by “dipping his hand in the flesh and blood of a pig” is when he is eating it, so it is likening the prohibition on dice to the prohibition on flesh and blood of pigs. And Allaah knows best. End quote.

Ibn Hajar al-Haytami said in Tuhfat al-Muhtaaj Sharh al-Minhaaj (10/215): It is haraam to play with dice according to the correct view because of the report of Muslim: “Whoever plays with dice, it is as if he were dipping his hand in the flesh and blood of a pig.” And according to a report narrated by Abu Dawood, “[he] has disobeyed Allaah and His Messenger.” Dice games are based on conjecture and guesswork that lead to a great deal of foolishness. al-Raafa’i said: The point here is that dice are an analogy for all other types of games that are similar.

Everything that is based on conjecture is haraam. That includes kanjafah, which are cards on which there are pictures. End quote.

The Standing Committee has issued a fatwa (15/231) stating that it is haraam to play cards, even if it is not for money. This was also stated in a fatwa by Shaykh Ibn ‘Uthaymeen (may Allaah have mercy on him). See Qadaaya al-Lahw wa’l-Tarfeeh by Madoon Rasheed, p. 186. See also the answer to question no. 12567.

And Allah knows best.

Demikianlah sedikit kutipan informasi tentang hukum keharamanan permainan Texas Holdem Poker yang sedang buming di Indonesia,Semua kembali pada Facebooker untuk menyikapi hal ini.

Referensi: islamqa.com , Nahimunkar.com , jualchipspoker.com

21 Komentar leave one →
  1. November 23, 2009 12:38 am

    Klu menurut hukum islam berjudi itu yach haram… Ini program jalur kebaikanya kemana Bro….? Buatlah yg bermanfaat kaya fans facebooker jangan dicela… kita perlu berkomunikasi. Untuk biaya seminim mungkin bukan untuk “taruhan”!… hrs bisa dibedakan…

  2. November 27, 2009 10:07 am

    Melihat perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi khususnya Facebook, ada banyak pergeseran dan perubahan cara kita berkomunikasi. Kemunculan dan perkembangan internet terus bergerak cepat seiring waktu, dunia virtual menjadi sarana komunikasi yang sangat mempermudah aktivitas kita. Tulisan http://miphz.wordpress.com/2009/11/25/menakar-facebook-dari-sisi-teritorialitas/ berusaha melihat lebih dalam dari sisi psikologis khususnya perlilaku pengguna salah satu situs jejaring sosial yang sangat terkenal, Facebook. Selamat mebaca, feedback dari anda kami terima dengan hangat, terimakasih sebelumnya.

  3. member permalink
    Januari 5, 2010 2:35 am

    knp ko haram

  4. Rudi permalink
    Januari 18, 2010 2:23 pm

    Poker di Facebook haram ??? Gimana Poker di Tagged, Twitter atau lainnya kok ndak disebutkan. Cuma di Facebook aja. Gimana dengan promosi2 di provider hand phone yang menawarkan liburan atau hadiah barang bahkan uang dengan cara menjawab pertanyaan2 ??? Kok itu ndak diklaim haram ?????

  5. jul permalink
    Januari 25, 2010 2:51 pm

    masih bingung ni bro,kok bs kalo cm maen aja gak pake jual beli dianggep haram,kan cm permainan gt,apa beda y status haram halal permainan yang pakai kartu/dadu dengan yang yang pakai bola/raket ? sma2 permainan kan ? asal g buat tarohan aja

    oia misal ni aku beli chip poker, soalnya pengen main tp g punya chip…tp ak nganggep membeli chip sebagai harga dari sebuah permainan,bukankah tidak semua permainan itu gratis,jd beli chip untuk bermain poker dan bermain poker untuk have fun…itu aja g lebih..klo menurutku si itu tergantung niat aja inna a’malu binniat…hhe…tp kalo yg niatnya emg bwt judi (ngumpulin chip dan untuk dijual biar dpt duit asli) apa emg bwt taruhan siapa yang plg jago menurutku emg mendekati judi dan termasuk diharamkan kali ya…

  6. nashrun permalink
    Januari 25, 2010 4:10 pm

    klo monopoli???? tuh gmna???? haram gak????

    kan itungannya permainan dadu juga???

  7. POKERMANIA permalink
    Februari 1, 2010 5:05 pm

    setau saya maen poker nggak pake dadu…wkwkwkwkwk
    bodoh!

  8. ansharul khair permalink
    Maret 8, 2010 5:44 am

    mas bila ada chip bayak entar gue jualinya jadi mas cuma diam aja tapi komisinya minta dalam penjualan 10M dapat 1M hehehe kalo minat hub aja ke nomor saya 085251337900

  9. pejuang permalink
    April 22, 2010 9:13 pm

    yang bodoh itu ya elu tot, udah tau maen poker / judi itu haram masi banyak alasan, lu aja yang kafir tolol

  10. Muharram Fahmi Dwisatrio permalink
    April 26, 2010 6:43 am

    Artikelnya boleh dimasukkan ke dalam mading tidak?

  11. Rizki permalink
    Januari 11, 2011 9:31 am

    Bagaimana jika status nya begini
    “si A membeli chip dari B harga 10 ribu dan si B menjual chip kepada C seharga 20 ribu”
    apa itu haram juga??
    menurut saya yang haram itu
    kalau kita maen berharap menang dan menjual…
    bagaimana jika hanya sales seperti kasus diatas?

  12. Januari 26, 2011 4:35 am

    Biarpun tidak pakai uang itu haram ya? Mungkin yang dimaksud di Hadist di atas adalah bermain dadu yang pakai uang, ya namanya bermain dadu ya pastinya pakai uang donk, tinggal kita saja yang memahami makna Hadistnya. Di daerah saya banyak anak-anak yang bermain seperti poker, tapi chipnya itu cuma gambar-gambar kartun, tapi tidak ada orang tua yang melarang. Gambar kartun itu tersedia di kios terdekat untuk hiburan anak-anak.
    Maaf jika kata-kata saya ada yang kurang berkenan ya mohon maklum, saya masih anak SMP

  13. Februari 22, 2011 7:06 am

    bozz mnta chhip dikitt doonk

  14. Agustus 16, 2011 7:21 pm

    puasa ni main pokernya…!

  15. betafirman permalink
    Desember 14, 2011 10:32 am

    gimana kalau bermain hanya untuk mencari kesenangan?

  16. afief permalink
    Maret 23, 2012 8:43 am

    poker atau permainan apapun halal asal tidak ada hal yang dilarang (diharamkan)…entah itu ada unsur judinya,ghurur atau lalaikan kewajiban agama…gitu aja kok repooottt

  17. Rika Iltasari permalink
    Mei 19, 2012 4:39 pm

    nah,permainan monopoli,ular tangga, n ludo kan pake dadu juga…apa itu juga haram? haram itu kan jika mudharat nya lebih banyak dari manfaatnya….klo benar menjawab pertanyaan kuis,,saya rasa gak haram,,asal jgn diundi lagi…ketika jawaban benar,,maka lgsg dapat hadiah.

  18. Agustus 1, 2012 8:45 am

    Menurut Saya Ya Itu Game Termasuk Permainan *POKER* atau Saya Saja Di Bilang *JUDI* bisa di bilang game itu haram ..
    Coba Aja Bayangin
    Chip = Uangnya
    Ada Kartunya
    Kalo Enggak Salah Saya Melihat Ada Dadu (Bergiliran)
    Chip Bisa Di perjual Belikan
    Nah Di Atas Tuh Kan Sama Saja Sama Judi,,

    Firman : روى مسلم (2260) عن بُرَيْدَةَ بن الحُصَيب رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدَشِيرِ فَكَأَنَّمَا صَبَغَ يَدَهُ فِي لَحْمِ خِنْزِيرٍ وَدَمِهِ ).

    وعند أبي داود (

    4938) وابن ماجه (3762) عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( مَنْ لَعِبَ بِالنَّرْدِ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ ) وحسنه الألباني في صحيح أبي داود.

    Muslim meriwayatkan (nomor 2260) dari Buraidah bin Al-Hushaib radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa bermain dadu maka dia seperti mencelupkan tangannya ke dalam daging babi dan darahnya.”
    Dan bagi Abu Dawud (nomor 4938) dan Ibnu Majah (3762) dari Abu Musa al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa main dengan dadu maka sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (Hadits dihasankan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud).

    Nah Loh, Udah ketauwan Di Game Itu Kan Ada Dadu :D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: