Skip to content

Video Mesum Anak Samarinda Beredar di Facebook

Desember 14, 2009

SAMARINDA. Pergaulan bebas rupanya menjadi menu pilihan nyata yang dijalani oleh segelintir muda mudi Samarinda saat kini. Tidak hanya perkara penyalahgunaan narkoba, kenakalan remaja yang kian menjadi dan hobi mengunjungi tempat-tempat hiburan malam serta dibarengi dengan konsumsi minuman keras, hingga perilaku seks bebas, sudah dirasa bukan menjadi barang tabu lagi.

Dengan mengatasnamakan cinta, ungkapan sayang, rasa ingin tahu, suka sama suka, khilaf, gelap mata, mabuk dan alasan-alasan lainnya, dua sejoli yang masih berusia muda sudah melakukan hubungan suami istri tanpa canggung. Mereka hanya memerlukan kesempatan dan niat untuk bisa melakukan aktivitas syahwat yang semestinya hanya bisa dilakukan pasangan suami istri itu.

Okelah, bagi mereka yang melakukan aktivitas itu secara pribadi dan benar-benar tersembunyi dari orang lain, mungkin dapat merahasiakannya dengan baik dan hanya Tuhan yang tahu. Namun parahnya, tidak sedikit dari mereka yang – entah karena bodoh, norak atau dengan maksud tertentu – malah mengabadikannya dalam bentuk foto maupun video.

Mungkin bagi sang cowok, tidak terlalu menjadi masalah dengan video atau foto mesumnya. Tetapi berbeda dengan sang cewek yang sudah pasti akan luar biasa malu karena sudah mencoreng aib untuk keluarganya. Belum lagi dengan risiko diperas, diancam dan lain sebagainya oleh orang yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan foto dan video tersebut sebagai senjatanya.

Nah, di Samarinda, khususnya di kalangan pengguna jejaring sosial Facebook dan situs untuk berbagai video, YouTube, tengah beredar video mesum asli Kota Tepian. Pelakonnya pun sepasang muda-mudi Samarinda. Hal ini sudah diketahui sejak seminggu lalu.

Video itu berdurasi 4 menit 11 detik dan diberi judul “(nama seseorang yang dirahasiakan) Samarinda Seberang”. Menggambarkan tiga bagian secara terpisah namun tergabung dalam satu rekaman, yakni adegan awal percintaan, hubungan seksual dan setelahnya. Semuanya direkam dengan menggunakan kamera ponsel yang standar beredar di masyarakat dan terlihat berlangsung di sebuah kamar.

Dua sejoli yang nampak dalam video tersebut, nampaknya berusia antara 19 hingga 21 tahun. Namun di antara mereka berdua, hanya si gadis saja yang lebih terekspos secara fisik. Sedangkan figur sang jejaka hanya nampak sesekali dan itupun tidak terlalu jelas.

Pada bagian pertama, si gadis menunjukkan ekspresi wajah yang biasa saja namun dengan bahasa tubuh yang menunjukkan keengganan. Bahkan ketika si lelaki mencumbunya dengan menunjukkan separuh wajah.

Tetapi, suara rekaman menunjukkan bahwa si lelaki sibuk mengatur posisi dan terus bersikeras untuk melanjutkan niatnya, yakni bersetubuh sekaligus merekamnya. Adegan ini berlanjut dengan bagian kedua. Si gadis tetap terus menolak dan sepertinya berusaha untuk mengenyahkan kamera ponsel sambil berkata “nggak mau nah!”. Kemudian ditimpali oleh sang jejaka dengan ucapan “untuk kenang-kenangan!”.

Kalimat itu diucapkan dengan ringan, seolah-olah dilontarkan tanpa perasaan dosa. Kemudian, adegan pun berlangsung seperti biasa, masih lengkap dengan bunyi gemelutuk yang menandakan ponsel yang dipegang si lelaki jejaka berbenturan dengan benda lain.

Mulai dari adegan itu, ketika kamera didekatkan ke wajah si gadis, nampak ada garis air mata. Bahkan tangisan tanpa terisak-isak itu terus terlihat hingga bagian akhir video.

Entah seberapa sakitnya hati si gadis setelah aktivitas itu terjadi, namun bagaimana pun juga aktivitas itu sudah berlangsung dan sudah terekam. Bahkan rekamannya masih ada hingga saat ini dan tersebarluaskan. Memalukan memang, namun penyesalan selalu datang belakangan. (lee)
Sumber:http://www.sapos.co.id

3 Komentar leave one →
  1. Aad permalink
    Desember 15, 2009 4:18 am

    jangan PURA-PURA kaget perubahan perilaku anak2 sekarang tidak lepas dari pengaruh TEMPAT2 HIBURAN MALAM,DISKOTEK,MIRAS DAN NARKOBA yang seakan tidak bisa di atasi OLEh PIHAK2 yang seharusnya melakukan tugasnya dengan baik, CONTOH THM menjamur di samarinda ijinnya dengan mudah bisa di peroleh, MIRAS banyak dijual2 di Warung2 kecil namun seolah pihak berwajib tak mengetahuinya, Peran2 tokoh agama dan para orang tua yang seakan2 tidak mementingkan ajaran2 AGAMA juga termasuk di dalamnya,,ingat semua yang ada di DUNIA ADALAH HUKUM SEBAB AKIBAT..

  2. juliea permalink
    Desember 15, 2009 1:07 pm

    sebenarnya foto ataupun video gituan sudah bukan barang asing.,,.sekarang tergantung dari diri sendiri., dan bagaimana orang tua mendidik anak..,siapaun kita.,suku apapun.,apapun status sosial kita dalam masyrakat dan agama apaun yg kita anut lakukan yg terbaik untuk masa depan kita,,.menurut ku bukankah kita manusia lahir ke dunia diperuntukkan untuk menantang godaan dunia,..,

  3. Desember 24, 2009 12:27 am

    betul julie

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: